Kamis, 08 Juli 2010

Bila Anak Sunatan Apa Yang Harus Diperhatikan

Musim liburan seperti ini menjadi tradisi di negara kita terutama bagi yang muslim untuk mengkhitankan anak mereka yang laki-laki.

Berikut adalah yang harus diperhatikan ketika mengkhitankan anak-anak laki-laki kita :
1. Anak dipersiapkan batinnya agar tenang
2. Jangan terlalu lama waktu mulai dari memutuskan khitan sampai eksekusi, secepat mungkin, karena kalo terlalu lama memperbesar peluang anak mengembangkan pikiran-pikiran negatif
3. Yang terbaik tetap metoda anestesi lokal, bagaimanapun bagian yang tersakit adalah ketika pengaruh zat anestesi sudah berakhir baik anestesi lokal maupun umum (general) sudah berakhir. Saat mengangkat perban setelah khitan juga merupakan bagian yang tidak kalah sulit dan "menyakitkan"
4. Benang jahitan (bila menggunakan metoda pengirisan dan penjahitan / konvensional) akan diserap jaringan tubuh jadi tidak perlu mengangkat jahitan.
5. Makanan anak harus tetap yang bergizi prima. Tidak benar ada mitos berpantang makan daging atau telor. Justru kedua makanan tadi sangat berguna untuk proses penyembuhan karena kaya zat pembangun yaitu protein.
6. Bagi mereka yang alergi makanan tertentu terutama daging atau telor tetap harus melengkapi makanan yang kaya protein lainnya yang tidak mengalami alergi
7. Saat perban masih membungkus kemaluan, sebisa mungkin diusahakan tidak terkena air, apalagi air kencing karena menjadi media yang baik untuk pembiakan bakteri
8. Menghindari aktivitas olah raga seperti lari-lari, karena akan memperbesar bengkak tempat jahitan atau orang jawa bilang gendelen
9. Jangan menakut-nakuti anak dengan mitos yang salah seperti gambar di bawah ini

1 komentar:

  1. Assalamu'alaikum Dr Yusuf, piye kabare?
    Mau kasih komen aja, kalo saya pribadi sirkumsisi dengan teknik konvensional, saat ini tidak pernah lagi membungkus (memerban) post op, karena khawatir kesulitan saat harus dibuka perbannya. Anak akan kesakitan dan ketakutan. Sejauh ini tanpa perban luka mengering dengan baik, saya juga tidak pernah memberikan antibiotik post op, alhamdulillah tidak pernah ada yang terinfeksi, karena saya pikir saat kami kerjakan cukup steril.
    Setahu saya juga benang jahitan itu tidak diserap kulit, tapi akan terlepas sendiri. fungsi penjahitan kan hanya aproksimasi saja. Mukosa dan kulitlah yang akan "mengelem" jaringannya sendiri.

    Selamat ya atas buku barunya! Dr Yusuf memang produktif sebagai penulis yang berkontribusi untuk umat. Saya dari dulu pengen buat buku belum kesampean. Pengennya nyelesaikan sekolah dulu.

    Wassalamu'alaikum.

    BalasHapus