Rabu, 14 Maret 2012

Kulit telapak kaki dan atau telapak tangan pecah-pecah (keratodermi palmo – plantar)


Sebagian diantara saudara-saudara, kawan, sahabat, tetangga atau kenalan pernah kita lihat menderita kulit di telapak kaki atau telapak tangan atau keduanya mengalami pecah-pecah. Dalam dunia kedokteran penyakit ini dikenal dengan istilah keratodermi. Keratodermi dapat diartikan adanya penebalan lapisan keratin (kulit mati) yang berlebihan di permukaan kulit. Akibatnya kulit menjadi tebal, kelembaban berkurang dan terasa kering, pada beberapa kasus lapisan kulit pecah dimana retakannya sampai lapisan dermis (lapisan di bawah kulit mati yang kaya pembuluh darah dan saraf; sehingga bila retakan sampai dermis, penderita merasa perih dan nyeri serta mengeluarkan darah)

 

Penyebabnya merupakan kombinasi rumit yang saling berkontribusi antara faktor genetik (keturunan), kondisi lingkungan (terutama pada musim kemarau atau kering) dan faktor psikogenik (terutama dalam kondisi tertekan).
Mengenai mekanisme terjadinya penyakit, dasarnya adalah proses radang yang tidak normal. “Serangan” sel-sel pertahanan tubuh terhadap lapisan kulit membuat sel-sel kulit membelah lebih banyak dan menghasilkan lapisan kulit mati (keratin) dalam jumlah berlebih tetapi dalam susunan yang tidak seteratur penataan lapisan kulit biasanya.
Untuk terapi sampai tuntas sejauh ini belum ada, yang ada hanya mengurangi gejala hingga kulit telapak kaki atau tangan menjadi mulus kembali, tetapi tidak ada jaminan kambuh kembali di kemudian waktu.