Rabu, 14 Maret 2012

Kulit telapak kaki dan atau telapak tangan pecah-pecah (keratodermi palmo – plantar)


Sebagian diantara saudara-saudara, kawan, sahabat, tetangga atau kenalan pernah kita lihat menderita kulit di telapak kaki atau telapak tangan atau keduanya mengalami pecah-pecah. Dalam dunia kedokteran penyakit ini dikenal dengan istilah keratodermi. Keratodermi dapat diartikan adanya penebalan lapisan keratin (kulit mati) yang berlebihan di permukaan kulit. Akibatnya kulit menjadi tebal, kelembaban berkurang dan terasa kering, pada beberapa kasus lapisan kulit pecah dimana retakannya sampai lapisan dermis (lapisan di bawah kulit mati yang kaya pembuluh darah dan saraf; sehingga bila retakan sampai dermis, penderita merasa perih dan nyeri serta mengeluarkan darah)

 

Penyebabnya merupakan kombinasi rumit yang saling berkontribusi antara faktor genetik (keturunan), kondisi lingkungan (terutama pada musim kemarau atau kering) dan faktor psikogenik (terutama dalam kondisi tertekan).
Mengenai mekanisme terjadinya penyakit, dasarnya adalah proses radang yang tidak normal. “Serangan” sel-sel pertahanan tubuh terhadap lapisan kulit membuat sel-sel kulit membelah lebih banyak dan menghasilkan lapisan kulit mati (keratin) dalam jumlah berlebih tetapi dalam susunan yang tidak seteratur penataan lapisan kulit biasanya.
Untuk terapi sampai tuntas sejauh ini belum ada, yang ada hanya mengurangi gejala hingga kulit telapak kaki atau tangan menjadi mulus kembali, tetapi tidak ada jaminan kambuh kembali di kemudian waktu.

 
Pengobatan yang biasa diberikan adalah kortikosteroid topikal (oles) yang seringkali dikombinasi dengan krim pelembab seperti urea 20%. Pengobatan ini atas izin Allah SWT sudah cukup membuat kulit telapak tangan dan kaki yang pecah-pecah menjadi normal kembali.
Pertanyaan lebih lanjut dapat anda kontak yusuf_pluss@yahoo.com
Semoga menjadi info yang bermanfaat. amin 


Minggu, 11 September 2011

Sekali Lagi tentang Penyebab Obesitas

Faktor penentu kegemukan

Rincian penyebab

Keterangan

Genetika

o gen FTO (FaT mass and Obesity–associated gene) berhubungan dengan penurunan rasa kenyang,

o gen leptin, berperan dalam pengaturan timbunan jaringan lemak dalam tubuh,

o gen yang berada dalam kromosom 17q23.3–q25.1, 19q13.33–q13.43 dan 5q14.3–q21.3, 10q24.32–10q26.2 (sugestif).

Anda cukup membuat pohon keluarga beserta penyakit-penyakit yang diderita untuk tahu apakah Anda berisiko gemuk atau tidak

Lingkungan

o teman akrab, pasangan suami/istri, saudara kandung yang gemuk berpengaruh besar dalam membuat Anda menjadi gemuk

o berada dalam lingkungan sosial yang “individualis” berpeluang membuat Anda menjadi gemuk

Jelas

Perilaku

o kebanyakan “leha-leha” seperti jarang berolah raga, jarang melakukan pekerjaan rumah tangga, dan nonton TV/game 3 – 4 sehari membuat Anda menjadi gemuk

o diet tidak berimbang seperti minum jus buah “instan”, makan gorengan, konsumsi permen, minum soft drink, makan western fast food, dan makan mie instan hampir setiap hari berisiko membuat Anda jadi gemuk

Jelas

Pelayanan kesehatan

o Anda yang jarang memeriksakan kesehatan terutama bila berusia 40 tahun atau lebih dan didukung keadaan-keadaan di atas membuat Anda berada dalam risiko mengalami gangguan kesehatan

Disarankan bagi yang berusia 40 tahun / lebih periksa laboratorium lengkap 2 tahun sekali