Sabtu, 01 Januari 2011

Gangguan Cemas dan Depresi bagian III

mengapa kita kóq harus répÖt2´ ŭntũk tahu apa itU dêpréSi?

Mereka yang dirinya diakrabi oleh depresi jumlahnya ada 3 % dari populasi umum. Artinya setiap 100 penduduk ada 3 orang yang didapati depresi sudah berkuasa dalam dirinya. Dari pasien yang berobat ke dokter jumlahnya sekitar 10 – 18 %. Ternyata yang berobat ke dokter tidak semuanya sakit flu, pilek, batuk, diare atau sakit panu. Dokter yang prakteknya laris dan jumlah pasiennya ada 100 pasien sehari, berarti 10 – 18 orang diantara pasien tersebut yang segala tingkah laku, sikap, alam pikiran dan perasaannya mengarah pada serombongan gejala dan tanda yang disebut DÊPRÉSi. Kabar gembira buat para lelaki, ternyata laki-laki relatif kurang begitu mudah kena depresi, lelaki 15 % sedangkan perempuan 24%.

Angka-angka ini ada kecenderungan bertambah karena:

* Orang usianya makin lama makin tambah panjang

* Masalah-masalah hidup atau gaya hidup yang dituntut jauh bikin stress ketimbang orang jadul (jaman dulu)

* Makin banyak orang yang sakit menahun seperti sakit gula, sakit hipertensi, sakit asam urat, sakit sumbatan paru menahun akibat kebanyakan ngê-rokok dll, yang berarti tambah bikin pusiiiing mikirin biaya pengobatan buat sekedar menyambung usia agar lebih panjang.

Resiko terburuk orang yang kena depresi adalah BUNUH DIRI. Berarti pengurangan jumlah penduduk di satu sisi, tetapi juga berkurangnya potensi sumber daya manusia yang mungkin sekali mempunyai kontribusi besar dan bermakna bagi umat manusia.


Gejala dêprési itU aPa yaa…..coba sebutkan dóg! eh maaf, dök!

Gejala utama :

q Perasaan murung, sedih

q Gairah hidup menurun, tiada semangat, merasa tidak berdaya

q Berat badan menurun

Gejala lainnya :

q Konsentrasi dan daya ingat menurun

q Harga diri dan kepercayaan diri berkurang

q Gagasan tentang rasa bersalah dan tidak berguna

q Pandangan masa depan yang suram [Ma-De-Su] dan pesimistis

q Gagasan atau perbuatan membahayakan diri atau bunuh diri. Gagasan ini bisa terbawa dalam tidur hingga tema mimpinya tentang kematian dirinya

q Tidur terganggu: bisa insomnia (sukar/tidak dapat tidur) atau sebaliknya hipersomnia (terlalu banyak tidur)

q Nafsu makan menurun

q Hilangnya rasa senang, semangat dan minat, tidak suka lagi melakukan hobi, kreativitas menurun, produktivitas juga menurun

q Gangguan seksual (libido menurun bahkan bisa impoten pada pria)

Rumusnya dokter ndiagnosis dêprési itU dari mana…..?

Bagi dokter yang penting adalah

q Menentukan derajatnya apakah depresi-nya ringan, sedang atau berat.

q Menentukan apakah ini serangan yang pertama kali atau kambuhan. Bila kambuhan juga ditentu-in derajatnya ringan, sedang atau berat.

Sekedar tahu aja, kriteria penentuan juara untuk depresi ringan sedang atau berat adalah Kriteria berdasar Pedoman Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa sekuele yang ke III secara ringkas adalah és-bë-bë [sebagai berikut] : untuk semua derajat gejala-gejala di-uaatass tadi sudah berlangsung minimal 2 [dua] minggu atau bisa saja kurang tetapi langsung berat seperti sudah terbukti ada usaha bunuh diri misalnya. OK langsung aja dimulai… silahkan mas Yusuf!

Depresi ringan

q sekurang-kurangnya harus ada 2 atau 3 gejala utama depresi di-atas [halaman sebelumnya]

q Ditambah sekurang-kurangnya 2 dari gejala lainnya, juga lihat di-atas

q Tidak boleh ada gejala yang berat diantaranya

q Lamanya dari episode serangan ini sekurang-kurangnya sekitar 2 minggu

q Hanya sedikit kesulitan dalam pekerjaan dan kegiatan sosial yang biasa dilakukannya

Depresi sedang

q Sekurang-kurangnya harus ada 2 atau 3 gejala utama depresi di-atas [halaman sebelumnya]

q Ditambah sekurang-kurangnya 3 [sebaiknya 4) dari gejala lainnya, juga lihat di-atas

q Lamanya dari episode serangan ini minimum sekitar 2 minggu

q Jelas menghadapi kesulitan untuk meneruskan kegiatan sosial, pekerjaan dan urusan rumah tangga

Depresi berat tanpa gejala Psikotik

q Semua 3 gejala utama depresi harus ada

q Ditambah sekurang-kurangnya 4 dari gejala lainnya, dan beberapa diantaranya harus berintensitas berat, contohnya sudah terbukti melakukan usaha bunuh diri

q Adanya gejala penting seperti gaduh-gelisah [agitasi] atau gerakan tubuh mulai melambat [retardasi psikomotor] yang mencolok biasanya tidak dapat diceritakan pasien secara rinci, tetapi dokter dapat mengenalinya

q Lamanya dari episode serangan ini sekurang-kurangnya sekitar 2 minggu akan tetapi jika ada gejala yang amat berat dan awal mula yang sangat cepat bisa juga diagnosis depresi berat ditegakkan

q Sangat tidak mungkin pasien akan mampu meneruskan kegiatan sosial, pekerjaan atau urusan rumah tangga

Depresi berat dengan gejala Psikotik

q Kriteria juaranya sama dengan depresi berat di atas,

q Tetapi ada tambahan gejala psikotik, yaitu penilaian terhadap alam nyata sudah berubah… pikiran dan keyakinannya tidak realistis lagi…. misal meyakini mendengar atau melihat sesuatu yang orang normal tidak merasakannya … contoh meyakini bahwa musibah tsunami sangat berkaitan dengan dirinya dan ia sangat bertanggung jawab atas kejadian itu. Atau merasa/meyakini ada bau kotoran/daging busuk, padahal kenyataannya tidak ada

Depresi ada yang berulang, yaitu pernah ngalamin depresi biasanya berlangsung paling lama hingga 6 bulan sembuh beberapa bulan kemudian kambuh lagi. Masa kambuhan ini dikenal dengan episode depresi berulang. Derajatnya bisa ringan, sedang dan berat seperti pembagian di atas

Untuk pembahasan selanjutnya cemas dan depresi dibahas bersama-sama, karena dalam klinis kejadian cemas dan depresi sering terjadi bersama-sama atau saling tumpang tindih.

kalo dah diLanda badai gangguan cemas dan dêprési apa yang müst-I [di]laku-in yaa…..!

  1. berdoa dengan tulus, ikhlas, khidmat konsentrasi “mudah-mudahan gangguan cemas dan depresinya bisa berlalu ….. dan tidak to be continue …. aamiin” apakah ini udah cukup? BELUM TENTU. Berarti pasrah dulu sebelum berusaha dengan benar.
  2. dibiarin aja alias dicuekin. Ini adalah cara yang tidak berperikesakitan-manusia. Karena kalo depresi dibiarin dan terus berlangsung tanpa dihambat apalagi di-stop, maka depresi akan bertambah berat. Yang paling mengerikan adalah resiko nge-laku-in BUNUH DIRI-nya besar.
  3. berusaha mati-matian dan hidup-hidupan agar depresinya bisa hilang. Caranya? Menanyakan kepada semua orang termasuk orang pintar hingga rumput yang bergoyang, barangkali mereka tahu jawabnya. Ini adalah cara yang penuh spekulasi, ibarat seperti penjudi yang sudah habis harta bendanya tinggal rumah satu-satunya yang dijadikan taruhan pula.
  4. Bertanya kepada para orang pintar [pakar] minimal dokter umum, yang paling pas adalah psikiater [dokter ahli jiwa] dan psikolog klinis. Psikiater yang ngasih obat dan nentu-in apa yang musti dilakukan, termasuk kapan saatnya berkonsultasi ke psikolog klinis.
  5. Menjalani program Terapi yang telah ditetapkan oleh psikater dan psikolog klinis. Program terapi ini menurut Psikiater Dadang Hawari macamnya ada 6 macam, yakni Psikoterapi Psikiatrik, Psikoterapi Keagamaan, Psikofarmaka [obat-obatan], Terapi Somatik [terapi pada keluhan tubuh], terapi relaksasi dan terapi Perilaku.

6. Pilih têmên curhat yang dalam batas “baik-baik”. Artinya bisa menjadi pendengar yang baik atau pilih bu atau pak guru/dosen di sekolah/kampus yang lebih matang emosinya, lebih bisa berempati dan pemahaman agamanya sehingga dapat menjadi pendengar yang baik. Tapi umumnya kalo dengan pak atau bu guru/dosen biasanya mereka untuk ukuran anak jamrud [jaman rudal atau modern] mereka dipersepsi terlalu jadul [jaman dulu alias kurang gaul] maaf yaa pak dan bu guru/dosen. Yang penting jangan pilih asal-asalan, dan jangan asal pilih têmên curhat-möē. Pilihan temen dekat adalah pilihan gaya hidup kita! Waah jadi seriues nih! Iyenk dos! Eh. Iyes Donk!

Apa yang harus dihindari saat ngalamin gangguan cemas dan depresi

q Membuat keputusan-keputusan penting di saat depresi lagi hebat-hebatnya melanda. Karena pikiran atau pertimbangan pada saat itu tidak jernih lagi. Jadi melihat segala sesuatunya tidak obyektif lagi. Karena itu penderita gangguan depresi dilarang keras menjadi Calon Bupati ato Calon Gubernur dan jabatan penting lain. Untuk mengurus diri sedang mengalami masalah apalagi ngurusin banyak orang dan banyak uang.

q Menyendiri atau menarik diri dari pergaulan. Kalo sering menyendiri maka ia akan mudah berlarut-larut dengan pikiran-pikiran murungnya, rasa bersalah dan kekurang PD-annya.

q Tidak segera konsultasi ke dokter terutama psikiater atau psikolog. Semakin dini didiagnosis dan diterapi kemungkinan sembuh jauh lebih besar!

q Jangan coba-coba merokok atau ngê-drüg. Ini adalah waktu emas untuk menjadi seorang pecandu rokok berat, pecandu minuman keras, pecandu obat-obatan terlarang dan sesukunya seperti putaw [putih lah yaw] bila lagi kecanduan dan ndak ada obat yang datang maka akan mengalami sakit hebat atau sakaw [sakit lah yaw]. Bahkan penderita depresi yang pecandu obat cara bunuh diri terseringnya dengan minum obat secara over-dosis!

q Tidak punya temen curhat yang dapat diandalkan. Dengan anda curhat apalagi têmên curhat anda adalah pendengar yang baik, maka ini akan meringankan beban dalam hati anda. Dikenal dengan istilah VéNTILÃSI.


jenis program terapi

yang [di]laku-in pada gangguan cemas dêprési adalah és-bë-bë:

q Psikoterapi Psikiatrik

Tujuan terapi ini adalah untuk memulihkan ke-PD-annya [PD=percaya diri]. Sepintas lalu kalo dilihat dokter/psikiater cuman “ngobrol-ngobrol” aja dengan pasien. Bagi dokter cara ini butuh keterampilan tersendiri, karenanya psikiater adalah dokter umum yang sekolah lagi selama 7 sampai 8 semester. Pada sesi ini pasien “curhat” kepada dokter baik yang berkaitan langsung maupun yang tidak langsung dengan gangguan stress ataupun depresinya.

q Psikoterapi Keagamaan

Pemahaman agama yang baik, banyak baca Alqur’an, dzikir, dan semakin mengerti dan paham akan posisi manusia terhadap Sang Khaliq semakin membuat hati menjadi lebih tenang. Bahkan dalam bacaan dzikir ma’tsurat pagi dan petang tertera do’a “Ya Allah jauhkan aku/kami dari kegundahan, kegelisahan dan kecemasan”. Juga dalam Surat Yusuf ayat 87 Allah berfirman “Janganlah kamu berputus asa di dalam rahmat Allah”. Dengan terus mengktifkan “God Spot” dalam otak kita dengan sholat 5 waktu, dzikir ma’tsurat pagi dan petang, sholat malam, peduli dengan sesama untuk saling bersilaturahim maka ketenangan secara otomatis akan didapat. Memang butuh kesabaran. Hasil tidak segera diperoleh. Untuk menjadikannya menjadi kebiasaan saja, kata seorang Psikolog kita harus beristiqomah melakukan kebiasaan tersebut minimal 21 hari.

q Psikofarmaka [obat-obatan]

Masalah penggunaan obat-obatan yang diresepkan oleh dokter atau psikiater. Obat sangat diperlukan terutama bila gangguan cemas dan depresi sudah mengganggu atau ditujukan untuk mempercepat proses penyembuhan. Penyembuhan dengan obat membuat penderita sudah dapat merasa “normal” dalam waktu seminggu sampai dua minggu. Kemudian dipertahankan hingga tiga sampai enam bulan. Baru dikurangi pelan-pelan sampai penderita tidak minum obat lagi. Psikoterapi mulai dilaksanakan pada minggu kedua di saat pasien sudah merasa “normal”. Keberhasilan terapi sangat ditentukan oleh kerja sama yang bagus antara dokter dan pasien. Pasien diharapkan mematuhi petunjuk cara minum obat. Juga disiplin dan telaten melakukan relaksasi atau petunjuk dari psikolognya. Dokter atau psikiater harus tanggap kapan pasien mulai dilakukan psikoterapi dan kapan sudah layak dilakukan pengurangan dosis hingga berhenti minum obat.

Obat anti cemas yang sering diresepkan adalah:

[waah ini BMA : Bahasa Medis Abis]

Golongan benzodiazepin

Diazepam [valium ®], Clobazam [Frisium®], Alprazolam [Xanax ®]

Golongan non-benzodiazepin

Buspiron [Buspar®]

Golongan benzodiazepin adalah golongan yang bikin ketergantungannya tinggi, sehingga sering disalahgunakan sebagai jenis dari Narkoba.

Obat anti depresi yang sering diresepkan adalah:

Golongan trisiklik

Amitryptiline [Laroxyl ®], Imipramine [Tofranil®]

Golongan monoamine oxidase inhibitor [MAOI]

Meclobemide [Aurorix®]

Golongan Atipikal

Trazodone HCL [Trazone ®]

Golongan Specific Serotonine Reuptake Inhibitor [SSRI]

Fluoxetin [Prozac ®, Kalxetin ®], Fluvoxamine [Luvox®], Sertraline [Zoloft®]

Makin ke bawah efek samping ngantuk-an dan lemes makin berkurang, serta generasi obatnya makin mutakhir dan yang penting makin mahal.

q Terapi Somatik [terapi pada keluhan tubuh]

Bedanya dengan psikofarmaka, walopun sama-sama menggunakan obat diminum, tetapi yang ini lebih ditekankan pada keluhan fisik bukan keluhan mentalnya. Seperti lemes diberikan vitamin B1, B6 dan B12 tablet atau injeksi [suntikan].

q Terapi relaksasi

Jalan-jalan pagi terutama didêkêt sawah yang luas atau deket dengan pegunungan disamping udara sejuk, cocok sekali untuk mengendurkan ketegangan-ketegangan yang ada di dalam pikiran dan emosi-emosi liar yang tidak terkendali. Menurut Daniel Goleman penulis Emotional Intelegence latihan relaksasi memang butuh waktu yang lama tetapi efeknya lebih bersifat permanen. Karena ia “mengaktifkan” “daerah pemicu relaks” di otak dan “menonaktifkan” “daerah pemicu cemas dan kedepresi-an-nya” [seringkali depresi muncul bebarengan dengan gangguan cemas]. Bahkan efektivitas dalam nyembuhin depresi sama2´ thok cér-nya dengan Prozac ® (obat anti depresi yang konon dipakai oleh Putri Kerajaan Iggris Raya; Lady Diana).

Bagi yang beragama Islam karena tuntunan akidah maka latihan relaksasi harus sesuai dengan syariah. [untuk ini mohon untuk menanyakan ke MUI senam-senam pernafasan apa yang tidak boleh diikuti]. Sebenarnya dzikir ma’tsurat pagi petang secara rutin, tertib dan khusyuk sholat 5 waktu sangat membantu relaksasi dan terutama yang penting adalah menanamkan kepasrahan yang tinggi pada Allah SWT. Dengan demikian sedikit demi sedikit mengurangi pikiran-pikiran dan perasaan cemas serta murung dan sedih sebagai gambaran gejala dari depresi.

q Terapi Perilaku.

Prinsip terapinya agar pasien tidak sensitif atau reaktif lagi dengan obyek tertentu [desensitisasi] dengan obyek tertentu [baik benda, orang, situasi dan suasana tertentu]. Ini terutama diberikan pada penderita yang disertai gangguan fobia [ketakutan yang tidak masuk akal] dan dilakukan setelah pengobatan antidepresi dan psikoterapi yang sudah berlangsung beberapa lama.

Gimana caranyA biar ndak kena gangguan cemas dan dêprési?

Memperbaiki sikap terutama sikap mental terhadap masalah-masalah hidup yang dihadapi. Yang penting bukan masalah-masalah hidupnya, tetapi sikap kita terhadap masalah-masalah hidup itu sendiri. [kata filsuf Cina I-tching] Karena itu dituntut untuk berfikir jangka panjang. Apakah dampak sikap dan tingkah laku di masa datang membuat masalah yang berat. Stephen R. Covey mengatakan ada ruang berpikir antara peristiwa yang kita hadapi dengan respons kita terhadap peristiwa itu. Kalo dalam hadits nabi menyebut Al-Kayyis, “cerdas spiritual” artinya selalu memberikan ruang berfikir dan memperhitungkan dampaknya tidak saja di dunia tetapi di akhirat kelak.

Menghindari begadang, merokok, nyoba-nyoba minuman keras dan nge-drug. Berolah raga teratur seminggu 3 – 5 kali, sekali olah raga 30 – 60 menit. Bagi yang beragama Islam dzikir pagi dan petang secara rutin, tertib sholat 5 waktu, sholat malam sesering mungkin serta kalo bisa mengusahakan puasa sunnah. Menjadwalkan adanya waktu untuk silaturohim ke sanak keluarga, teman-teman dekat, kepada ulama ato orang yang faham tentang agama dan mengambil tauladan dari yang mereka contohkan.

DETEKSI DINI, apakah STRESSOR ATAU PERISTIWA-PERISTIWA YANG KAMU HADAPI SUDAH MENCAPAI AMBANG BATAS ATAU BELON. Untuk itu coba diperhatiin skala Holmes berikut. Kalo skor kamu dengan menggunakan skala Holmes ini sudah mencapai atau bahkan lebih dari 300, itu tanda PERINGATAN, bahwa diri kamu udah termasuk orang yang rentan ngalamin GANGGUAN CEMAS dan DEPRESI. Selain itu perlu juga nge-DETEKSI DINI apakah DAYA TAHAN kamu TERHADAP STRESSOR baik atau tidak, untuk itu pakai skala MILLER dan SMITH pada tabel selanjutnya. Kalo perilaku kamu selama ini udah banyak sesuainya dengan item-item skala MILLER dan SMITH itu tandanya kamu mempunyai daya tahan yang OK terhadap stress.


Pengukuran stress dan Kekebalan

Skala Holmes

No.

Jenis-jenisnya

Skor

1.

Kematian suami/istri

100

2.

Kematian keluarga dekat

63

3.

Perkawinan

50

4.

Kehilangan jabatan

47

5.

Pensiunan/pengasingan diri

45

6.

Kehamilan istri

40

7.

Kesulitan seks

39

8.

Tambah anggota keluarga baru

39

9.

Kematian kawan dekat

37

10.

Konflik suami/istri

35

11.

Menggadaikan rumah

31

12.

Perubahan dalam tanggung jawab pekerjaan

29

13.

Konflik dengan ipar, mertua, menantu

29

14.

Perasaan tersinggung atau penyakit

53

15.

Rujuk dalam perkawinan

45

16.

Perubahan kesehatan seseorang anggota keluarga

44

17.

Perubahan dalam status keuangan

38

18.

Perceraian

65

19.

Peralihan jenis pekerjaan

36

20.

Mencegah terjadinya penggadaian/pinjaman

30

21.

Anak laki-laki/perempuan meninggalkan rumah

29

22.

Prestasi pribadi yang luar biasa

28

23.

Istri mulai atau berhenti bekerja

29

24.

Kesulitan dengan atasan

23

25.

Tukar tempat tinggal

20

26.

Perubahan dalam hiburan

19

27.

Pinjaman dengan rumah sebagai jaminan

17

28.

Perubahan dalam jumlah pertemuan keluarga

15

29.

Pelanggaran ringan

11

30.

Menukar kebiasaan pribadi

24

31.

Perubahan jam kerja / syarat kerja

20

32.

Tukar sekolah

20

33.

Tukar kegiatan sosial

18

34.

Tukar kebiasaan tidur

16

35.

Perubahan dalam kebiasaan makan

15

36.

Berlibur

13

Jumlah di atas 300 menunjukkan adanya stress. Artinya bila dalam setahun mendapatkan jumlah skor melampaui 300 hal ini menunjukkan bahwa ia berada dalam keadaan “bahaya”. Keseluruhan yang disebut di atas merupakan penyebab stress. Ternyata berliburpun merupakan sumber stress walaupun skornya ringan.

Pengukuran kekebalan [Miller & Smith]

Untuk mengetahui taraf kekebalan terhadap stress dari seseorang telah dikembangkan semacam test sebagai berikut. Terdapat 20 item dimana masing-masing diberi skor 1 hingga 5. Angka skor 1 [hampirs selalu dikerjakan], sedangkan angka skor 5 [tidak pernah dikerjakan], sesuai dengan ukuran seberapa jauh berlakunya bagi yang bersangkutan.

No.

Jenis item

Skor [1-5]

1.

Tiap hari sesedikitnya sesekali menghadapi makanan hangat dan berimbang


2.

Sedikitnya empat malam dalam seminggu saya tidur 7 – 8 jam


3.

Saya secara teratur menerima dan memberi kasih sayang


4.

Sedikitnya saya mempunyai seorang saudara dalam jarak 75 km yang bisa saya andalkan


5.

Setidaknya dua kali dalam seminggu saya gerak badan sampai berkeringat


6.

Saya merokok kurang dari setengah pak sehari


7.

Dalam seminggu saya kurang dari lima kali minum alkohol


8.

Berat badan saya sesuai dengan tinggi badan


9.

Saya mempunyai penghasilan cukup untuk menutupi pengeluaran pokok


10.

Saya memperoleh kekuatan dari agama saya


11.

Saya secara teratur menghadiri kegiatan-kegiatan sosial atau klub


12.

Saya mempunyai lingkungan sahabat dan kenalan


13.

Saya mempunyai sahabat satu atau lebih kepada siapa saya dapat percayakan soal-soal pribadi saya


14.

Kesehatan saya baik [termasuk mata, telinga dan gigi]


15.

Saya bicara terus terang mengutarakan perasaan hati di waktu marah atau gelisah


16.

Saya secara teratur bercakap-cakap dengan orang-orang dengan siapa saya tinggal, soal urusan domestik misalnya kebersihan rumah, kehidupan sehari-hari


17.

Setidaknya seminggu sekali saya melakukan sesuatu untuk hiburan


18.

Saya bisa mengatur waktu secara efektif


19.

Dalam sehari saya minum kurang dari tiga cangkir kopi/teh atau cola


20.

Saya setiap hari mencari waktu untuk ketenangan diri


Untuk mendapatkan nilai kekebalan, jumlahkan nilai skor di atas, lalu dikurangi dengan 20. Jumlah angka skor kurang dari 30, orang disebut kebal. Skor di atas 30 kurang kebal dan skor di atas 50 yang bersangkutan tidak kebal terhadap stress.

1 komentar:

  1. Bukannya kalau skornya kurang dari 30 justru kekebalan diri terhadap Stres juga berkurang pak yusuf....?

    BalasHapus